


MOJOKERTO – Memasuki tahun ajaran baru, SMPN 5 Kota Mojokerto menggelar kegiatan asesmen diagnostik komprehensif bagi seluruh murid baru kelas 7 pada Senin, 6 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai komitmen sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang tepat sasaran.
Pelaksanaan asesmen diagnostik ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu asesmen kognitif dan nonkognitif. Pada sesi asesmen diagnostik kognitif, para murid diuji mengenai kemampuan dasar pada beberapa mata pelajaran esensial, meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, dan Bahasa Indonesia. Tes ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana capaian pembelajaran akademik yang telah dimiliki murid dari jenjang sebelumnya.
Tidak kalah penting, SMPN 5 Kota Mojokerto juga menyelenggarakan asesmen diagnostik nonkognitif. Sesi ini dirancang khusus untuk menggali aspek psikologis dan profil mendalam setiap murid, yang mencakup pemetaan gaya belajar (visual, auditori, atau kinestetik), minat bakat, ciri kepribadian, hingga tipe kecerdasan dominan yang dimiliki anak.
Kepala SMPN 5 Kota Mojokerto menyampaikan bahwa sinergi antara data akademik (kognitif) dan data personal (nonkognitif) ini merupakan modal utama sekolah dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang berpusat pada murid. Dengan mengenal gaya belajar dan potensi unik setiap anak sejak dini, sekolah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif, nyaman, dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan pada hari Senin ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para murid baru. (Red)
