OSIS Bidang Keagamaan SMP Negeri 5 Mojokerto Berpartisipasi Aktif dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

Sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas ibadah sekaligus implementasi pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah, OSIS Bidang Keagamaan SMP Negeri 5 Mojokerto melaksanakan kegiatan Rashdul Kiblat pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang diinisiasi oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara sangat akurat. Momentum ini hanya terjadi dua kali setiap tahun dan menjadi metode ilmiah yang sederhana, mudah, serta presisi untuk memverifikasi arah kiblat masjid, musala, maupun tempat salat lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, pengurus OSIS Bidang Keagamaan bersama guru pendamping melaksanakan pengamatan tepat pada pukul 16.27 WIB dengan memanfaatkan bayangan matahari sebagai acuan penentuan arah kiblat. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan sesuai panduan resmi Kementerian Agama RI mulai dari penyiapan alat, sinkronisasi waktu, hingga dokumentasi hasil pengukuran.

Keikutsertaan SMP Negeri 5 Mojokerto tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program nasional, tetapi juga menjadi media pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengenal ilmu falak, memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah, serta menumbuhkan sikap ilmiah, teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.

Atas partisipasi aktif tersebut, SMP Negeri 5 Kota Mojokerto memperoleh Sertifikat Partisipasi Resmi sebagai peserta Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat Indonesia Berkiblat yang diterbitkan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Imam Sya’roni selaku takmir Musala At Taqwa SMP Negeri 5 Kota Mojokerto menyampaikan dengan pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin memahami bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Rashdul Kiblat menjadi bukti bahwa fenomena alam ciptaan Allah Swt. dapat dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat literasi sains dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan semangat belajar, mengamalkan ilmu, serta membiasakan diri melaksanakan ibadah dengan benar, tepat, dan penuh keyakinan, pungkas Syaiful Wijayanto selaku Waka Sarpras dan guru PAI.

“Meluruskan arah kiblat adalah ikhtiar menyempurnakan ibadah. Meluruskan hati adalah ikhtiar menyempurnakan keimanan.” (Red.)